KINERJA KEUANGAN VS KINERJA NON KEUANGAN

finance vs non finance zoom

Ketika kami melakukan proses konsultansi ataupun memberikan training kepada klien, laporan yang dijadikan acuan dalam pengelolaan oleh manajemen adalah laporan keuangan. Mengapa? Karena di dalam laporan keuangan dapat kita temukan informasi tentang keuntungan perusahaan, jumlah pendapatan, biaya gaji, jumlah kas, piutang dagang, nilai aset perusahaan dll. Warna “uang” menimbulkan daya tarik tersendiri bagi manajemen.

Tinjauan manajemen terhadap laporan keuangan memang wajib dilakukan untuk mengevaluasi segala aktivitas, program dan proses yang berjalan selama ini di perusahaan tersebut. Namun, yang perlu disadari adalah laporan keuangan memberikan informasi hasil akhir (perspektif keuangan) dari sekian banyak aktivitas, program dan proses yang dijalankan perusahaan. Untung atau rugi, piutang beres atau macet, stok habis atau justru menumpuk adalah akibat dari pengelolaan aktivitas, program dan proses yang terkait.

Indikator keuangan yang mudah didapatkan menjadikan laporan keuangan sebagai idola untuk dikupas tuntas dalam rapat-rapat manajemen. Manajemen akan lebih cepat mengetahui berapa keuntungannya, nilai piutangnya atau berapa stoknya di gudang daripada harus memberikan informasi tentang kecepatan penyelesaian komplain pelanggan, rata-rata hari piutang terbayar, lead time barang datang. Sehingga bisa dikatakan bahwa informasi tentang kinerja non keuangan tidak menjadi prioritas bagi manajemen.

Manajemen cenderung fokus mengelola kinerja keuangan/hasil/akibat/dampak daripada mengelola kinerja non keuangan/proses. Hal ini juga diperburuk dengan sistem dokumentasi perusahaan yang tidak memungkinkan untuk menginventarisir informasi kinerja non keuangan.

Sayang faktanya berbicara lain, kinerja keuangan itu lebih sulit dikendalikan dibandingkan kinerja non keuangan. Dan fakta yang kedua adalah kinerja keuangan itu adalah hasil akhir dari sekian banyak proses yang dijalankan oleh perusahaan. Proses-proses tersebut sebagian besar memiliki indikator kinerja non keuangan. Kinerja non keuangan menjadi penentu baik buruknya kinerja keuangan atau dengan kata lain kinerja non keuangan memprediksi kinerja keuangan perusahaan. Misalnya: rendahnya profit perusahaan bisa jadi karena pendapatan yang rendah atau biaya yang tinggi. Biaya yang tinggi bisa disebabkan karena tingginya tingkat reject produk, kesalahan kirim, salah mendefinisikan kebutuhan pelanggan dsb. Likuiditas (kemampuan perusahaan membayar hutang dan biaya operasional) sangat ditentukan oleh nilai piutang yang terbayar, kecermatan salesman dalam memilih pelanggan, melakukan penagihan dan memelihara pelanggan, dst. Profit, pendapatan, biaya, likuiditas adalah kinerja keuangan yang justru dipengaruhi oleh kinerja non keuangan seperti tingkat reject produk, kesalahan kirim, salah mendefinisikan kebutuhan pelanggan, kecermatan salesman dalam memilih pelanggan, melakukan penagihan dan memelihara pelanggan.

Dari fakta demikian dapat disimpulkan, Manajemen akan lebih bijak jika mengubah haluannya untuk mengendalikan kinerja non keuangan untuk memastikan kinerja keuangannya baik.

 

YOSEPH WIBISONO ON MARCH 2016